Just another free Blogger theme

ADSTERRA

Friday, December 31, 2021

Pengujian NDT dengan Pemeriksaan Partikel Magnetik

Magnetic Particle Inspection (MPI) atau Magnetic Particle Testing (MPT) adalah Untuk mendeteksi diskontinuitas yang terbuka ke permukaan (surface) dan dekat permukaan (sub-surface) pada material ferro magnetic, dapat juga dilakukan pada benda uji yang bentuk permukaannya tidak beraturan.


TATA CARA PEMERIKSAAN MAGNETIK PARTIKEL :

  1. Batasan kedalaman diskontinuitas sub-surface = Kira-kira 0,6 inch (15,24 mm) pada kondisi yang ideal.
  2. Syarat material uji = Ferro magnetic material seperti iron, nickel, cobalt
  3. Diskontinuitas yang dapat dideteksi = Crack, laps, seam, cold shuts, lamination, porosity
  4. Cara memagnetisasi medan magnet = Menggunakan magnet permanen, electromagnet, mengalirkan arus pada benda uji, mengalirkan arus melalui coil, kawat, disekeliling benda uji atau melalui central conductor.
  5. Magnetic particle dan metode aplikasi = Dry method, wet method, ukuran dry particle 50 – 150 ùm (0,002 – 0,006 inch), ukuran wet particle 5 – 15 ùm (0,0002 – 0,0006 inch)
  6. Demagnetisasi = Magnet sisa pada spesimen yang dapat mengganggu proses berikutnya atau penggunaan dari spesimen tersebut.
  7. Alasan demagnetisasi = Dapat mengganggu proses pengelasan, masining, mempengaruhi alat ukur yang sensitif terhadap magnet, partikel kasar dapat mengakibatkan keausan permukaan komponen engine, gear dan bearing.


Teknik magnetisasi = Continuous method, Residual method

Continuous method lebih sensitif dari pada residual method dan dapat digunakan direct contact method, central conductor method, coil. Dapat digunakan pada material yang low retentivity.


Residual method digunakan pada material yang mempunyai retentivity besar, pada teknik magnetisasi longitudinal dan circular, direct contact dan central conductor. Amperage yang digunakan cukup besar.


DEFINISI

  1. Pie-shaped magnetic particle field indicator (Pie gauge) adalah untuk mengukur medan magnet dan arah medan magnet dan baik digunakan untuk dry particle.
  2. Hall-effect probe gaussmeters adalah untuk memverifikasi kuat medan magnet.
  3. Artificial flaw shim adalah untuk mengukur medan magnet dan arah medan magnet dan baik digunakan untuk wet particle.
  4. Lifting Power adalah ntuk menentukan (secara empiris) kuat medan magnet, bila digunakan cara lain dengan menggunakan Hall-effect probe maka diletakan ditengah-tengan antara kutub magnet Yoke di permukaan benda uji.
  5. White light adalah level intensitas cahaya minimum 100 fc (1000 lx) pada permukaan material yang diuji.
  6. Black light adalah level intensitas cahaya minimum 1000 ù W/cm2 pada permukaan material yang diuji.
  7. Relevant indication adalah indikasi yang ukurannya besar dari 1/16 inch (1,6 mm)


Relevant rounded indication

Besar dari 3/16 inch (4,8 mm) tidak diterima (unacceptable).


Aligned rounded indication

Bila empat atau lebih indikasi segaris à bila ukurannya dari masing-masing rounded tersebut besar dari 1/16 inch (1,6 mm), jarak pisah dari sisi ke sisi rounded < 1/16 inch (1,6 mm) à tidak diterima (unacceptable).

Relevant indication

Indikasi yang dihasilkan oleh medan magnet bocor akibat adanya diskontinuitas, dan disyaratkan untuk dievaluasi.


Sensitivity level

Faktor yang mempengaruhi formasi indikasi diskontinuitas dan mempengaruhi sensitivitas pengujian magentic particle. Dua hal yang mempengaruhi yaitu amperage dari arus magnetisasi dan pengendalian media magnetic particle.

Pemeriksaan Partikel Magnetik dapat dilakukan pada produk yang kering atau basah. Pemeriksaan partikel magnetik fluorescent basah digunakan untuk mendeteksi cacat yang sangat halus.

Berikut adalah contoh dokumentasi Magnetik Partikel yang terdapat retak pada permukaan material yang dilakukan test.








Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Post a Comment