Pengujian NDT dengan Pemeriksaan Partikel Magnetik
Magnetic Particle Inspection (MPI) atau Magnetic Particle Testing (MPT) adalah Untuk mendeteksi diskontinuitas yang terbuka ke permukaan (surface) dan dekat permukaan (sub-surface) pada material ferro magnetic, dapat juga dilakukan pada benda uji yang bentuk permukaannya tidak beraturan.
TATA CARA PEMERIKSAAN MAGNETIK PARTIKEL :
- Batasan kedalaman diskontinuitas sub-surface = Kira-kira 0,6 inch (15,24 mm) pada kondisi yang ideal.
- Syarat material uji = Ferro magnetic material seperti iron, nickel, cobalt
- Diskontinuitas yang dapat dideteksi = Crack, laps, seam, cold shuts, lamination, porosity
- Cara memagnetisasi medan magnet = Menggunakan magnet permanen, electromagnet, mengalirkan arus pada benda uji, mengalirkan arus melalui coil, kawat, disekeliling benda uji atau melalui central conductor.
- Magnetic particle dan metode aplikasi = Dry method, wet method, ukuran dry particle 50 – 150 ùm (0,002 – 0,006 inch), ukuran wet particle 5 – 15 ùm (0,0002 – 0,0006 inch)
- Demagnetisasi = Magnet sisa pada spesimen yang dapat mengganggu proses berikutnya atau penggunaan dari spesimen tersebut.
- Alasan demagnetisasi = Dapat mengganggu proses pengelasan, masining, mempengaruhi alat ukur yang sensitif terhadap magnet, partikel kasar dapat mengakibatkan keausan permukaan komponen engine, gear dan bearing.
Teknik magnetisasi = Continuous method, Residual
method
Continuous method lebih sensitif dari pada residual method dan dapat digunakan direct contact method, central conductor method, coil. Dapat digunakan pada material yang low retentivity.
Residual method digunakan pada
material yang mempunyai retentivity besar,
pada teknik magnetisasi longitudinal
dan circular, direct contact dan central conductor.
Amperage yang digunakan cukup besar.
DEFINISI
- Pie-shaped magnetic particle field indicator
(Pie gauge)
adalah untuk mengukur medan magnet dan arah medan magnet dan baik digunakan
untuk dry particle.
- Hall-effect probe gaussmeters adalah untuk
memverifikasi kuat medan magnet.
- Artificial flaw shim adalah untuk mengukur
medan magnet dan arah medan magnet dan baik digunakan untuk wet particle.
- Lifting Power adalah ntuk menentukan (secara empiris)
kuat medan magnet, bila digunakan cara lain dengan menggunakan Hall-effect
probe maka diletakan ditengah-tengan antara kutub magnet Yoke di permukaan benda uji.
- White light adalah level intensitas cahaya minimum
100 fc (1000 lx) pada permukaan material yang diuji.
- Black light adalah level intensitas cahaya minimum
1000 ù
W/cm2 pada permukaan material yang diuji.
- Relevant indication adalah indikasi yang
ukurannya besar dari 1/16 inch (1,6 mm)
Relevant rounded indication
Besar
dari 3/16 inch (4,8 mm) tidak diterima (unacceptable).
Aligned rounded indication
Bila
empat atau lebih indikasi segaris à bila ukurannya dari
masing-masing rounded tersebut besar
dari 1/16 inch (1,6 mm), jarak pisah dari sisi ke sisi rounded < 1/16 inch (1,6 mm) à tidak diterima (unacceptable).
Relevant indication
Indikasi yang dihasilkan oleh medan magnet bocor akibat adanya
diskontinuitas, dan disyaratkan untuk dievaluasi.
Sensitivity level
Faktor yang mempengaruhi formasi indikasi diskontinuitas dan mempengaruhi sensitivitas pengujian magentic particle. Dua hal yang mempengaruhi yaitu amperage dari arus magnetisasi dan pengendalian media magnetic particle.
Pemeriksaan Partikel Magnetik dapat dilakukan pada produk yang kering atau basah. Pemeriksaan partikel magnetik fluorescent basah digunakan untuk mendeteksi cacat yang sangat halus.
Berikut adalah contoh dokumentasi Magnetik Partikel yang terdapat retak pada permukaan material yang dilakukan test.
0 comments:
Post a Comment