Just another free Blogger theme

ADSTERRA

Thursday, December 30, 2021

PROSEDUR PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN OVERHEAD CRANE

Prosedur Pemeriksaan dan Pengujian sebagai petunjuk untuk pelaksaan dan pengujian dalam rangka re-sertifikasi Pesawat Angkat jenis Overhead Crane. Pemeriksaan dan pengujian bertujuan untuk mendapatkan CERTIFICATE OF INSPECTION (COI), dengan berdasarkan peraturan tersebut dibawah ini :

Peraturan Pemerintahan No. 18 tahun 2018, tentang Keselamatan Kerja pada Pesawat Angkat. 

Standar pengujian yang digunakan dalam pemeriksaan dan pengujian ini adalah :

  1. ASME B30.2_Overhead and Gantry Cranes
  2. ASME B30.17_Cranes and  Monorails

Adapun pesawat angkat yang akan diperiksa dan disertifikasi adalah pesawat angkat yang dipergunakan dilingkungan Migas.


RUANG LINGKUP

Prosedur pemeriksaan pengujian berlaku untuk pesawat angkat Jenis Overhead Crane. Tahap-tahapan yang dilakukan dalam pemeriksaan dan pengujian antara lain:

  1. Pemeriksaan data (Review Document)
  2. Pemeriksaan Secara Visual
  3. Uji Tanpa Rusak (NDT), before load test
  4. Pengujian fungsi alat
  5. Pengujuan beban
  6. UjiTanpa Rusak (NDT), after load test
  7. Pemeriksaan setelah uji beban
  8. Sistematika pelaporan.    


PERSYARATAN KOMPETENSI

Dalam Prosedur ini yang melakukan pemeriksaan terhadap Telescopic Mobile Crane harus memiliki kompetensi sebagai berikut :

  1. Inspektor pesawat angkat yang memiliki IPA – Migas
  2. NDT MT/PT level II ASNT
  3. Operator Mobile Crane Telescopic yang berlisensi  (SIO)
  4. Juru ikat / pemberi aba – aba yang berlisensi
  5. HSE yang berlisensi


Persyaratan Dokumen

Dokumen peralatan khususnya Overhead Crane yang akan diverifikasi adalah sebagai berikut :

  1. Manufaktur data record (MDR)
  2. Data Sheet
  3. Daily Pre Trip Inspection
  4. Maintenance Hystorical
  5. Previous COI


Peralatan yang digunakan

Dalam Prosedure ini untuk pemeriksaan Telescopic Mobile Crane harus menggunakan beberapa peralatan diantaranya :

  1. Jangka Sorong/sigmat
  2. MPI
  3. Yoke
  4. Distance meter
  5. Meteran
  6. Sheave Groove Gauge
  7. Camera Digital
  8. Load Cell
  9. Wire rope tester
  10. Beban uji


PEMERIKSAAN DATA

Pemeriksaan data (Review Document) sangat penting dilakukan sebelum melangkah pada tahap pemeriksaan lain, karena dengan pemeriksaan data maka kita dapat mengetahui standar operasi dan pemeliharaan Pesawat angkat jenis Overhead Crane. Selain standar operasi dan pemeliharaan juga terdapat spesifikasi teknik antara lain :

  1. Nomer Seri, Type, Model
  2. Tahun pembuatan / penggunaan
  3. Nama pabrik dan Negara asal
  4. Kapasitas angkat
  5. Manual Book
  6. Spesifikasi teknis


PEMERIKSAAN VISUAL

Tujuan pemeriksaan visual adalah untuk melihat kondisi komponen dengan menilai/menolok berdasarkan standar, pemeriksaan visual dilakukan terhadap komponen yang penting antara lain :

  1. Komponen yang menanggung beban/momen
  2. Komponen yang bergerak terus/menerus/bergesekan
  3. Perlengkapan pengaman
  4. Hook


KOMPONEN PENGAMAN

Perlengkapan pengaman adalah komponen penting sebagai saran penunjang dalam pengoperasian Overhead Crane. Perlengkapan pengaman tersebut antara lain :

  1. Braking System
  2. Lampu Penerangan
  3. Anti two block (Main & Auxiliary)
  4. Safety Latch
  5. Limit Switch Travelling
  6. Limit Switch Traversing
  7. Panel Control
  8. Fire Extinguisher


UJI TANPA RUSAK / NDT

Teknik pelaksaan uji tanpa rusak berdasarkan Standar kelulusannya AWS D1.1. Pelaksaan dilakukan oleh orang yang berkompeten dalam bidang NDT. Diantara yang harus diverifikasi dalam pengujian tanpa merusak ini diantaranya :

  1. Hook
  2. Sambungan Girder
  3. Sambungan Las
  4. Pulley

UJI FUNGSI

Uji fungsi dilakukan bertujuan untuk meyakinkan komponen telah dinyatakan baik secara visual. Uji fungsi dilakukan diantaranya meliputi :

  1. Menaikkan dan Menurunkan Hook tanpa beban
  2. Melakukan Uji Longitudinal
  3. Melakukan Uji Traversing
  4. Melakukan Uji pada Safety Latch Hook
  5. Melakukan Uji Anti Two Block


PENGUJIAN BEBAN

Uji beban dilakukan dengan baik tidak melebihi ketentuan pabrik pembuat. pengujian beban dilakukan dengan dua tahap yaitu :

PENGUJIAN DINAMIS

Pengujian dinamis dilakukan tidak melampaui beban kerja aman. Pengujian dilakukan dengan :

  1. Melakukan uji beban dengan cara bertahap meliputi, 25%, 50%, 75% serta 100% menaikkan dan menurunkan beban serta melakukan Longitudinal dan Traversing dengan beban uji tersebut.

Baca Juga → Pedoman Load Test

PENGUJIAN STATIS

Pengujian Statis dilakukan dengan beban kerja aman (Load Test  =  125%  X  SWL), dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Beban ditahan hingga 5 menit sesuai dengan standar ASME B30.2 dalam hold time.


PEMERIKSAAN SETELAH UJI BEBAN

Pemeriksaan setelah uji beban bertujuan untuk memeriksa kondisi setelah pesawat angkat mendapat beban maksimal dan memasktikan bahwa komponen-komponen baik tanpa mengalami caca akibat pengujian beban.

Pengujian ini dapat dikatakan berhasil bila mana :

  1. Semua komponen yang menanggung beban maupun yang tidak secara secara langsung, berfungsi dengn baik.
  2. Tidak terjadi sambungan-sambungan yang lepas
  3. Tidak terjadi kerusakan pada komponen system mekanik


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

2 comments: