BASIC OVERHEAD GIRDER
MANA YANG HARUS DIPERHATIKAN ?
Pengetahuan mana yang yang
harus diperhatikan terhadap kerusakan struktural sangat penting bagi inspektur.
Karena struktur merespons
beban dengan cara yang dapat diprediksi, beberapa area kritis untuk diperiksa
dapat diidentifikasi.
Berikut panduan untuk membantu
menentukan lokasi yang paling mungkin terjadi kerusakan :
- Tension, Compression, and Bending (Tegangan, Kompresi, dan Lengkungan)
- Untuk beam sederhana, permukaan bawah mengalami tension. Pertengahan sepanjang 2/3 dari zona tension harus diperiksa dulu terhadap retak.
- Pada permukaan atas balok adalah kompresi, dan bagian bawah adalah tarik / tension.
- Jika terjadi retak pada zona kompresi, mereka tidak akan tumbuh.
DEFLECTION
Lendutan
disebabkan oleh peregangan dan / atau pengompresan material.
Beam bisa
berbentuk busur karena bagian atas material memendek dan bagian bawah
memanjang.
Terkadang cat
akan retak karena deformasi tersebut. Area cat yang retak bisa menunjukkan
tekanan tinggi, dan pantas dilihat dari dekat selama inspeksi.
Baca Juga ► Pedoman Pemeriksaan Overhead Crane
BASIC
MECHANICS THEORY Maximum allowed deflection
y = L / 800
y = deflection due to SWL + Trolley mass
L = the span of the girder
BUCKLING
- Beberapa deformasi / lendutan yang terlihat disebabkan oleh buckling/tekuk.
- Buckling disebabkan oleh kompresi yang berlebihan.
- Untuk member yang lurus (nonplate) seperti kolom atau kaki dari crane gantry, buckling tampak sebagai lengkungan.
EFEK WELDING
Secara umum,
pengelasan menciptakan pengekangan internal lokal yang menciptakan tegangan
pada internal material saat lasan mulai dingin (shrinkage) dan menjadi getas.
Area yang
mengalami pengkerutan berpotensi retak.
STRESS
CONCENTRATION AND FATIGUE
- Konsentrasi Stres dan Kelelahan
- Cracking bisa terjadi pada crane yang bekerja keras dengan engineering atau qualitas pengelasan yang buruk.
- Kondisi – kondisi atau area berikut penting untuk diperhatikan
- Area yang pernah dilakukan repair sebelumnya.
- Girder dan end tie connections.
- Sudut tajam.
- Welded attachments pada tension flange.
- Jagged / jig atau flame cut edges yang tidak digerinda halus.
- Welds yang bertemu di sudut/pojok.
- Arc strike & tack welds.
- Perubahan mendadak dalam struktur geometri (konsentrasi tegangan).
- Cacat pabrikasi : undercut, porositas, inklusi, fusi tidak lengkap, craters dan cacat lain.
ATTACHMENTS
CREATE DISCONTINUITIES
Adanya attachment / penempelan dengan lasan pada struktur
kemungkinan besar merupakan tempat dimana retakan dimulai.
Tack weld pengelasan mendingin dengan cepat, membuat logam
sekitar menjadi keras, rapuh, dan rawan retak.
0 comments:
Post a Comment