Just another free Blogger theme

ADSTERRA

Monday, January 24, 2022

BASIC OVERHEAD GIRDER


MANA YANG HARUS DIPERHATIKAN ?

Pengetahuan mana yang yang harus diperhatikan terhadap kerusakan struktural sangat penting bagi inspektur.

Karena struktur merespons beban dengan cara yang dapat diprediksi, beberapa area kritis untuk diperiksa dapat diidentifikasi.

Berikut panduan untuk membantu menentukan lokasi yang paling mungkin terjadi kerusakan :

  1. Tension, Compression, and Bending (Tegangan, Kompresi, dan Lengkungan)
  2. Untuk beam sederhana, permukaan bawah mengalami tension. Pertengahan sepanjang 2/3 dari zona tension harus diperiksa dulu terhadap retak.
  3. Pada permukaan atas balok adalah kompresi, dan bagian bawah adalah tarik / tension.
  4. Jika terjadi retak pada zona kompresi, mereka tidak akan tumbuh.


DEFLECTION

Lendutan disebabkan oleh peregangan dan / atau pengompresan material.

Beam bisa berbentuk busur karena bagian atas material memendek dan bagian bawah memanjang.

Terkadang cat akan retak karena deformasi tersebut. Area cat yang retak bisa menunjukkan tekanan tinggi, dan pantas dilihat dari dekat selama inspeksi.


Baca Juga ► Pedoman Pemeriksaan Overhead Crane


    BASIC MECHANICS THEORY Maximum allowed deflection

    y =  L / 800

    y =  deflection due to SWL + Trolley mass

    L =  the span of the girder


BUCKLING

  1. Beberapa deformasi / lendutan yang terlihat disebabkan oleh buckling/tekuk.
  2. Buckling disebabkan oleh kompresi yang berlebihan.
  3. Untuk member yang lurus (nonplate) seperti kolom atau kaki dari crane gantry, buckling tampak sebagai lengkungan.


EFEK WELDING

Secara umum, pengelasan menciptakan pengekangan internal lokal yang menciptakan tegangan pada internal material saat lasan mulai dingin (shrinkage) dan menjadi getas.

Area yang mengalami pengkerutan berpotensi retak.


STRESS CONCENTRATION AND FATIGUE

  1. Konsentrasi Stres dan Kelelahan
  2. Cracking bisa terjadi pada crane yang bekerja keras dengan engineering atau qualitas pengelasan yang buruk.
  3. Kondisi – kondisi atau area berikut penting untuk diperhatikan 
  4. Area yang pernah dilakukan repair sebelumnya.
  5. Girder dan end tie connections.
  6. Sudut tajam.
  7. Welded attachments pada tension flange.
  8. Jagged / jig atau flame cut edges yang tidak digerinda halus.
  9. Welds yang bertemu di sudut/pojok.
  10. Arc strike & tack welds.
  11. Perubahan mendadak dalam struktur geometri (konsentrasi tegangan).
  12. Cacat pabrikasi : undercut, porositas, inklusi, fusi tidak lengkap, craters dan cacat lain.


ATTACHMENTS CREATE DISCONTINUITIES

Adanya attachment / penempelan dengan lasan pada struktur kemungkinan besar merupakan tempat dimana retakan dimulai.

Tack weld pengelasan mendingin dengan cepat, membuat logam sekitar menjadi keras, rapuh, dan rawan retak.










Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Post a Comment