Just another free Blogger theme

ADSTERRA

Tuesday, January 25, 2022

PENGHANTAR UJI BEBAN

Load testing merupakan testing yang sangat penting dalam pengujian crane. Sebab, pada testing ini crane akan diuji keseluruhan fungsi alat dan unjuk kerja pengangkatan pada semua kondisi operasi dengan beban yang mendekati, sama atau bahkan melebihi kapasitas maksimumnya.

Atas keadaan ini, maka load testing harus didasarkan atas pemeriksaan dan perhitungan yang seksama, sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan dengan baik, tanpa menimbulkan accident atau kerusakan pada crane itu sendiri.


Module ini disusun dengan harapkan dapat menjadi bekal dasar bagi Crane Inspector untuk dapat melaksanakan tugas pemeriksan. Module  ini meliputi uraian tentang :

  1. Dasar pertimbangan load testing;
  2. Pre-inspection;
  3. Load rating
  4. Alat-alat uji;
  5. Pelaksanaan load testing;
  6. Pemeriksaan setelah load testing;
  7. Berita acara pemeriksaan;
  8. Tabel beban baru;
  9. Catatan penting lain tentang load testing


Load Test – API-RP-2D Appendix E

A Crane load test is required under the following conditions :

  1. New Cranes being placed into service
  2. Cranes that are being permanently relocated
  3. Temporary cranes after each rig-up relocation


Tujuan Load testing:

Untuk membuktikan secara nyata bahwa integritas crane tersebut dapat bekerja dengan aman sesuai dengan fungsi dan rated capacity.


Ada 4 tahapan yang berkaitan dengan pelaksananaan load test :

Preliminary inspection

Review Procedure of load test dan Document/certificate terhadap semua item yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan Load Test.

  1. Certificates: Crane operator, Rigger, Signalman, Wire Rope, Rigging equipments (Sling dan shackle),
  2. Report: Load Chart, NDT Report.
  3. Calibration of Dynamoter
  4. Water Bag dan Pumping Unit
  5. Measurement Tape
  6. Manual book/Procedure of Load Test yang telah ditanda-tangani
  7. Work Permit dan Job Risk Assessment
  8. Safety Barrier/poice line

Load Test dapat dilakukan atau tidak, tergantung dari hasil preliminary inspection ini. Seorang crane inspector, berdasarkan hasil inspeksi nya sendiri dan review hasil laporan dari NDT team, harus mampu untuk menentukan apakah Load test bisa dilaksanakan atau tidak. Jika dari preliminary inspection ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan code atau legal aspek, maka load tidak boleh dilaksanakan.

Contoh findings: Crack di boom, crack di Hook (Main/Auxiliary), Wire rope yang tidak sesuai dengan rated Capacity, Sertifikat operator crane telah expired, dll.

Seorang CI harus membuat Report of preliminary inspection result yang menyatakan apakah crane tersebut bisa di load test atau tidak. Report ini harus ditanda tangani oleh CI, Owner dan MIGAS Inspector (jika ada).


Baca Juga ► Prosedur Mobile Crane , Pedestal Crane dan Overhead Crane


Saat Pelaksanaan Load Test

Load Test harus mengacu ke Load Chart/Tabel beban yang original atau nilai-nilai beban lain yang telah disetujui oleh manufacturer. 2 kondisi akan dilakukan saat pengujian, yaitu :

  1. Kondisi pertama dilakukan pada sudut boom kecil atau saat radius boom panjang dengan beban yang ringan.
  2. Kondis kedua dilakukan pada saat sudut boom besar atau radius boom pendek dengan beban sesuai dengan kapasitasnya.


Urut-urutan pelaksanaan pembebanan hendaknya dibuat seaman mungkin dan mengacu ke prosedure Load test yang telah disetujui.

Misal : Sebelum melakukan pembebaban maximum pada masing-masing kondisi diatas, maka kenaikan pembebanan dilakukan secara gradual dan dilakukan pengamatan/inspeksi pada masing-masing tahap dibawah ini :


Tahap 1 – Berat beban uji 25% dari berat beban maximum pengetesan. Beban dinaikkan dan ditahan setinggi 1 meter dari tanah datar dan ditahan 15 menit. Crane Inspector harus melakukan pengamatan, pengukuran dan pengecekan sbb:

  1. Posisi ketinggian beban (terjadi penurunan atau tidak)
  2. Kondisi brake system (winch Drum brake)
  3. Kondisi Cylinder hoist boom, Hose dan Koneksi-koneksinya (adakah kebocoran ?)
  4. Presssure gauge: check valve (Adakah penurunan tekanan/pressure)

Jika diketemukan anomaly/kerusakan, maka harus diperbaiki dahulu sebelum melanjutkan tahap berikutnya. Namun, jika semua berfungsi dengan baik, maka dilanjutkan ke Tahap 2.


Tahap 2 – Berat beban ditambah menjadi 50% dari beban maximum pengetesan. Beban tetap ditahan pada ketinggian 1 meter dari ground dan ditahan 15 menit.

Crane Inspector harus melakukan pengamatan dan pengecekan sebagaimana Tahap 1 diatas. Jika semua berfungsi dengan baik, maka dilanjutkan ke Tahap 3.


Tahap 3 – Berat beban ditambah menjadi 75% dari beban maximum pengetesan. Beban tetap ditahan pada ketinggian 1 meter dari ground dan ditahan 15 menit. Crane Inspector harus melakukan pengamatan dan pengecekan sebagaimana Tahap 1 diatas. Jika semua berfungsi dengan baik, maka dilanjutkan ke Tahap 4.


Tahap 4 – Berat beban ditambah menjadi 100% dari beban maximum pengetesan. Beban tetap ditahan pada ketinggian 11  meter  dari groond  dan ditahan 15  menit.  Crane  Inspector  harus melakkukan pengamatan ddaann pengecekan sebagaimana Tahap 1 diatas dan tahap terakhir ini harus lebih teliti dan tidak tergesa-gesa.

Tahap 1 s/d 4 tersebut dapat diimplementasikan pada seluruh tahapan Test Beban, baik dinamik ataupun statik.


Post-Inspection

Setelah pelaksanaan Load Test telah selesai dan tidak ditemukan hal-hal yang membuat load test gagal, maka langkah selanjutnya adalah melakukan re-inspection dengan item-item sama dengan preliminary inspection tersebut diatas. Jika dari hasil post inspection ditemukan adanya kerusakan/cacat pada komponen-komponen yang akan mempengaruhi keamanan dan kemampuan crane dalam penggunaan nantinya, maka load test tersebut bisa dinyatakan gagal dan harus diulang lagi. Pengulangan load test dilakukan setelah dilakukan reparasi/perbaikan pada bagian-bagian yang rusak tersebut. Pada tahap inipun seorang CI juga harus mampu dan confident untuk menyatakan apakah load test tersebut lulus atau gagal.


Pelaporan/Berita Acara Pemeriksaan dan Tabel Beban Baru

Setelah selesai Post-Inspection dan tidak diketemukan adanya kerusakan/anomaly yang mempengarui integritas crane tersebut, maka seorang CI harus secepatnya memuat Berita Acara Pemeriksaan yang dilengkapai dengan Tabel Beban Baru. Untuk wilayah MIGAS, form untuk pembuatan berita acara ini adalah TI-UJ-PA. Berita acara sangatlah penting bagi pemilik, karena dengan berita acara pemeriksaan (yang dibuat menyerupai Form TI-UJ-PA) yang telah ditanda-tangani oleh Inspektur Migas dan atau Third Party, maka Berita Acara Pemeriksaan ini dapat dipergunakan sebagai ijin sementara sampai dengan keluarnya Operating Permit yang diterbitkan oleh Dirjen MIGAS. Sehingga crane tersebut dapat dioperasikan di wilayah kerja Migas secara langsung tanpa melanggar ketentuan.


Hal-hal yang perlu diperhatikan Load Test Untuk Offshore Pedestal Crane –menurut API-RP-2D :

  1. Operasi crane dalam load testing harus mengikuti API-RP-2D edisi terakhir.
  2. Sebelum dan sesudah pengujian, crane harus diperiksa sesuai scope “Annual Inspection” dari API-RP-2D, 4.1.2.5. Perhatian hendaknya diberikan untuk Rigging yang digunakan dan Tag lines hendaknya digunakan saat load test.
  3. Akurasi test weight atau dynamometer harus telah diperiksa oleh seorang qualified inspector.
  4. Beban uji harus direncanakan sebelumnnya dengan memperhatikan hasil Pre-Inspection, tempat uji, tempat merangkai beban, dan juga adanya daerah-daerah bahaya yang harus dihindarkan.
  5. Jangan mempergunakan crane load indicator sebagai penunjuk beban. Pembacaan dan pencatatan di Crane Load indicator  dapat dipergunakan sebagai verifikasi untuk Load indicator tersebut.


Crane harus diuji dalam keadaan normal sebagaimana dia bekerja. Jangan dilakukan penambahan partline, hydraulic pressure dan engine output, kecuali jika test radius dibatasi oleh keadaan lokasi. Test load tidak harus mengikuti kapasitas tertinggi sebagaimana ditunjukkan oleh rating chart.

Jika crane tidak dibangun mengikuti API Specification 2C edisi ketiga atau setelahnya, maka rencana pembebanan test load harus dikonsultasikan dengan pabrik pembuatnya.






Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Post a Comment