Just another free Blogger theme

ADSTERRA

Showing posts with label KRITERIA REJECT WIRE ROPE MENURUT API RP 2D. Show all posts
Showing posts with label KRITERIA REJECT WIRE ROPE MENURUT API RP 2D. Show all posts

Thursday, January 27, 2022

KRITERIA REJECT WIRE ROPE MENURUT API RP 2D

 

Wire Rope merupakan salah satu komponen alat didalam setiap perancangan sebuah pesawat angkat (crane). Wire rope sendiri memiliki fungsi yang sangat besar untuk sebuah pesawat angkat (crane), diantaranya :

  1. Mengangkat sebuah beban uji
  2. Menurunkan sebuah beban uji
  3. Mampu menahan gesekan dari Pulley dan Drum
  4. Penahan benda beban uji

Wire Rope sendiri memiliki beberapa bagian yang terdiri dari :

  1. Core
  2. Center Wire
  3. Wire
  4. Stand


Ada bebrapa pemeriksaan yang harus diperiksa pada wire rope, diantaranya meliputi :

  1. Pengukuran diameter pada wire rope, apakah ada pengikisan / reduksi diameter dari hasil pengukuran. Jika ada silahkan didokumentasikan melalui photo dan dalam bentuk laporan.
  2. Pemeriksaan Visual baik internal maupun internal dari korosi.
  3. Periksa Wire Rope apakah ada temuan Kink, Crushing, Cutting, or unstranding pada kondisi actual pemeriksaan.


Kriteria Wire Rope Reject (API RP2D)

Berikuti ini kriteria wire rope reject dan harus dilakukan pergantian dengan sesuai spesifikasi manufaktur crane tersebut, diantaranya :

Running rope terdapat:

  • 6 kawat yang putus secara acak dalam satu panjang bentangan (lay length).
  • 3 kawat putus dalam satu untaian (strand) dalam satu lay length.

Rope tahan rotasi (rotation resistant rope) terdapat:

  • 2 kawat yang putus secara acak dalam enam kali diameter rope.
  • 4 kawat putus secara acak dalam tiga puluh kali diameter rope.

Standing ropes terdapat:

  • 3 kawat putus dalam satu panjang bentangan dalam bagian yang melewati ujung sambungan.
  • 2 kawat putus pada ujung sambungan.
  • Untaian wire rope aus melebihi sepertiga dari diameter semula.
  • Konstruksi wire rope telah rusak akibat kekakuan (kinking), remuk (crush), atau kerusakan lainnya akibat distorsi.

Nominal diameter wire rope berkurang melebihi :

  • 0.4 mm (0.016”) untuk diameter wire rope sampai dengan 7.9 mm (0.31”)
  • 0.8 mm (0.031”) untuk diameter dari 9.5 mm sampai dengan 12.7 mm (0.375” – 0.5”)
  • 1.2 mm (0.047“) untuk diameter dari 14.5 mm sampai dengan 19 mm (0.562” – 0.75”)
  • 1.6 mm (0.062”) untuk diameter dari 22.2 mm sampai dengan 28.6 mm (0.875” – 1.125”)
  • 2.4 mm (0.093”) untuk diameter 31.75 mm sampai dengan 38.1 mm (1.25” – 1.5”)
  • Kerusakan-kerusakan yang sangat jelas diakibatkan oleh gesekan atau hubungan.
  • Ekstensif korosi permanen baik eksternal dan/atau internal.



Untuk pengukuran nominal diameter wire rope dilakukan ditiga (3 titik) yang dilalui pada Sheave/Pulley. Karena pada posisi tersebut merupakan titik lelah dan aus pada wire rope.

Demikian artikel ini dibuat, semoga bermanfaat bagi pembaca artikel ini 👋👋👋.