Peraturan Pemerintahan No. 18 tahun 2018, tentang Keselamatan Kerja pada Pesawat Angkat.
Standar
pengujian yang digunakan dalam pemeriksaan dan pengujian ini adalah :
- ASME B30.2_Overhead and Gantry Cranes
- ASME B30.17_Cranes and Monorails
Adapun
pesawat angkat yang akan diperiksa dan disertifikasi adalah pesawat angkat yang
dipergunakan dilingkungan Migas.
RUANG
LINGKUP
Prosedur
pemeriksaan pengujian berlaku untuk pesawat angkat Jenis Overhead Crane.
Tahap-tahapan yang dilakukan dalam pemeriksaan dan pengujian antara lain:
- Pemeriksaan data (Review Document)
- Pemeriksaan Secara Visual
- Uji Tanpa Rusak (NDT), before load test
- Pengujian fungsi alat
- Pengujuan beban
- UjiTanpa Rusak (NDT), after load test
- Pemeriksaan setelah uji beban
- Sistematika pelaporan.
PERSYARATAN
KOMPETENSI
Dalam
Prosedur ini yang melakukan pemeriksaan terhadap Telescopic Mobile Crane harus
memiliki kompetensi sebagai berikut :
- Inspektor pesawat angkat yang memiliki IPA – Migas
- NDT MT/PT level II ASNT
- Operator Mobile Crane Telescopic yang berlisensi (SIO)
- Juru ikat / pemberi aba – aba yang berlisensi
- HSE yang berlisensi
Persyaratan
Dokumen
Dokumen
peralatan khususnya Overhead Crane yang akan diverifikasi adalah sebagai
berikut :
- Manufaktur data record (MDR)
- Data Sheet
- Daily Pre Trip Inspection
- Maintenance Hystorical
- Previous COI
Peralatan
yang digunakan
Dalam
Prosedure ini untuk pemeriksaan Telescopic Mobile Crane harus menggunakan
beberapa peralatan diantaranya :
- Jangka Sorong/sigmat
- MPI
- Yoke
- Distance meter
- Meteran
- Sheave Groove Gauge
- Camera Digital
- Load Cell
- Wire rope tester
- Beban uji
PEMERIKSAAN
DATA
Pemeriksaan
data (Review Document) sangat penting dilakukan sebelum melangkah pada tahap
pemeriksaan lain, karena dengan pemeriksaan data maka kita dapat mengetahui
standar operasi dan pemeliharaan Pesawat angkat jenis Overhead Crane. Selain
standar operasi dan pemeliharaan juga terdapat spesifikasi teknik antara lain :
- Nomer Seri, Type, Model
- Tahun pembuatan / penggunaan
- Nama pabrik dan Negara asal
- Kapasitas angkat
- Manual Book
- Spesifikasi teknis
PEMERIKSAAN
VISUAL
Tujuan
pemeriksaan visual adalah untuk melihat kondisi komponen dengan menilai/menolok
berdasarkan standar, pemeriksaan visual dilakukan terhadap komponen yang
penting antara lain :
- Komponen yang menanggung beban/momen
- Komponen yang bergerak terus/menerus/bergesekan
- Perlengkapan pengaman
- Hook
KOMPONEN
PENGAMAN
Perlengkapan
pengaman adalah komponen penting sebagai saran penunjang dalam pengoperasian Overhead
Crane. Perlengkapan pengaman tersebut antara lain :
- Braking System
- Lampu Penerangan
- Anti two block (Main & Auxiliary)
- Safety Latch
- Limit Switch Travelling
- Limit Switch Traversing
- Panel Control
- Fire Extinguisher
UJI
TANPA RUSAK / NDT
Teknik
pelaksaan uji tanpa rusak berdasarkan Standar kelulusannya AWS D1.1. Pelaksaan dilakukan
oleh orang yang berkompeten dalam bidang NDT. Diantara yang harus diverifikasi
dalam pengujian tanpa merusak ini diantaranya :
- Hook
- Sambungan Girder
- Sambungan Las
- Pulley
UJI
FUNGSI
Uji
fungsi dilakukan bertujuan untuk meyakinkan komponen telah dinyatakan baik secara
visual. Uji fungsi dilakukan diantaranya meliputi :
- Menaikkan dan Menurunkan Hook tanpa beban
- Melakukan Uji Longitudinal
- Melakukan Uji Traversing
- Melakukan Uji pada Safety Latch Hook
- Melakukan Uji Anti Two Block
PENGUJIAN
BEBAN
Uji
beban dilakukan dengan baik tidak melebihi ketentuan pabrik pembuat. pengujian
beban dilakukan dengan dua tahap yaitu :
PENGUJIAN
DINAMIS
Pengujian
dinamis dilakukan tidak melampaui beban kerja aman. Pengujian dilakukan dengan
:
- Melakukan uji beban dengan cara bertahap meliputi, 25%, 50%, 75% serta 100% menaikkan dan menurunkan beban serta melakukan Longitudinal dan Traversing dengan beban uji tersebut.
PENGUJIAN
STATIS
Pengujian
Statis dilakukan dengan beban kerja aman (Load Test = 125% X
SWL), dengan ketentuan sebagai berikut :
- Beban ditahan hingga 5 menit sesuai dengan standar ASME B30.2 dalam hold time.
PEMERIKSAAN
SETELAH UJI BEBAN
Pemeriksaan
setelah uji beban bertujuan untuk memeriksa kondisi setelah pesawat angkat
mendapat beban maksimal dan memasktikan bahwa komponen-komponen baik tanpa
mengalami caca akibat pengujian beban.
Pengujian
ini dapat dikatakan berhasil bila mana :
- Semua komponen yang menanggung beban maupun yang tidak secara secara langsung, berfungsi dengn baik.
- Tidak terjadi sambungan-sambungan yang lepas
- Tidak terjadi kerusakan pada komponen system mekanik