Just another free Blogger theme

ADSTERRA

Showing posts with label cara kerja. Show all posts
Showing posts with label cara kerja. Show all posts

Monday, September 30, 2024

Pada pengelasan, terdapat dua istilah penting yang sering dibahas, yaitu HAZ (Heat Affected Zone) dan Base Metal. Berikut penjelasannya: 

Base Metal

  • Definisi: Base metal adalah logam utama yang sedang dilas. Ini adalah material yang menjadi struktur utama dari komponen yang dikerjakan.
  • Karakteristik: Memiliki sifat mekanik dan komposisi yang spesifik tergantung jenis logam (seperti baja, aluminium, dll). Base metal akan menjadi bagian yang paling banyak terkena dampak dari proses pengelasan.

HAZ (Heat Affected Zone)

  • Definisi: HAZ adalah area di sekitar sambungan las yang mengalami perubahan sifat material akibat pemanasan selama proses pengelasan.
  • Karakteristik: Di dalam HAZ, struktur mikro logam dapat berubah, yang dapat memengaruhi kekuatan, ketahanan korosi, dan sifat mekanik lainnya. HAZ biasanya terbagi menjadi beberapa sub-zona, mulai dari yang paling dekat dengan las (yang paling terkena panas) hingga yang jauh dari las.




Perbedaan Utama

  1. Lokasi:

    • Base metal adalah bagian utama dari material.
    • HAZ adalah area di sekitar las yang terpengaruh oleh suhu tinggi.
  2. Sifat Material:

    • Base metal mempertahankan sifat aslinya.
    • HAZ mungkin mengalami perubahan struktur dan sifat mekanik.
  3. Dampak Proses:

    • Base metal dapat memiliki kekuatan dan ketahanan yang diinginkan.
    • HAZ dapat memiliki kelemahan atau risiko retak jika tidak ditangani dengan baik.

Memahami perbedaan ini sangat penting dalam pengelasan untuk memastikan kualitas dan kekuatan sambungan las.

Thursday, November 23, 2023

Apa itu Inspeksi Crane?

Inspeksi Crane adalah proses pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan bahwa crane berfungsi dengan baik sesuai dengan standar keamanan dan peraturan yang berlaku.

Keuntungan Inspeksi Crane

Keamanan

Inspeksi rutin dapat mengidentifikasi potensi kerusakan yang dapat menyebabkan kecelakaan atau kerugian.

Kehandalan

Inspeksi berkala memastikan kinerja optimal crane dan mengurangi risiko kerusakan yang tidak terduga.

Kepatuhan

Inspeksi crane yang teratur memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan standar keselamatan yang berlaku.

Proses Inspeksi Crane

Pelaksanaan Inspeksi

Tim kami akan datang ke lokasi Anda dan menjalankan proses inspeksi crane dengan seksama.

Pemeriksaan Mendalam

Kami akan memeriksa setiap komponen crane, melihat kerusakan dan tanda-tanda keausan yang mungkin terjadi.

Pelaporan dan Rekomendasi

Kami akan memberikan laporan inspeksi yang jelas dan rekomendasi perbaikan jika ditemukan masalah.

Jenis Inspeksi Crane

Inspeksi Rutin

Inspeksi berkala yang dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan untuk menjaga kinerja crane yang optimal.

Inspeksi Perbaikan

Inspeksi yang dilakukan setelah perbaikan untuk memastikan crane berfungsi dengan baik dan aman.

Inspeksi Darurat

Inspeksi yang dilakukan saat terjadi kegagalan atau kerusakan pada crane untuk menentukan tindakan yang harus diambil.

Manfaat Inspeksi Crane

Keselamatan Operator

Inspeksi crane yang teratur dapat mencegah kecelakaan dan melindungi operator crane dari cedera.

Efisiensi Kerja

Kinerja optimal crane yang dipastikan melalui inspeksi dapat meningkatkan efisiensi dalam operasional.

Penghematan Biaya

Dengan mengidentifikasi masalah pada tahap dini, inspeksi crane dapat mengurangi biaya perawatan jangka panjang.

 

Friday, March 24, 2023

Hook

Standard International

Inspeksi dan sertifikasi ulang hook didefinisikan dengan benar dalam beberapa standar internasional resmi, seperti :

  1. ASME B30.10
  2. BS 2903
  3. BS EN 1677

Rencana Tugas Pemeriksaan

Sertifikat awal pabrikan harus disediakan. Jika tidak di tangan lagi, sertifikat inspeksi sebelumnya setidaknya harus disediakan.

Hook yang akan disertifikasi ulang harus cukup bersih dan bebas dari kontaminasi untuk memungkinkan pemeriksaan yang tepat.

Hook harus dilepas dari sling atau shackle.

Tanda SWL pada hook harus terlihat dan terbaca.

Tanda pengenal pada hook harus terlihat.

Acceptance Criteria For Hook / Kriteria Reject Untuk Hook :

  1. Nomor Identifikasi atau SWL yang hilang/tidak terbaca dan pastikan stempel tidak ada di mahkota (crown).
  2. Periksa keausan lebih dari dari dimensi aslinya (10%)
  3. Korosi lubang yang parah atau korosi umum
  4. Luka, gouges, goresan
  5. Keretakan dan peregangan
  6. Distorsi yang menyebabkan peningkatan throat opening lebih dari 5% dan/atau ¼ inci.

Untuk eye hook :

Periksa keausan, regangan, dan distorsi pada mata baut

Periksa retakan pada mahkota cincin (ring crown)


Untuk shank hook :

Periksa keausan (benang minimal dan/atau tidak lebih dari 8% dari diameter asli), regangkan dan kerusakan benturan pada benang. Itu harus lengkap (tidak rusak) dan penuh (tidak rata di atas)

Periksa apakah utasnya konsentris dan pas dengan mur standar

Periksa korosi lebih dari 20% dari panjang ulir mur yang terpasang

Periksa kuadrat menyusut terhadap bahu

Periksa lubang tambahan yang dibor di penyusutan

Wednesday, March 1, 2023

PERSYARATAN DI DALAM NDT

Harus ada :

  1. SOURCE (SUMBER PENGUJIAN)
  2. MEDIUM (YANG AKAN MENGUBAH SOURCE MENJADI SUATU INDIKASI)
  3. RECORDING MEDIA

UNTUK SEMBARANG METODA NDT

Ada 3 pertanyaan untuk menjamin bahwa pekerjaan dilakukan dengan benar :

  1. IS THE PERSON/PERSONNEL QUALIFIED ?
  2. IS THE MACHINE/EQUIPMENT CALIBRATED ?
  3. IS THE PROCEDURE APPROVED ?

Terminologi yang umum ditemui dalam NDT

Diskontinuitas :

Interupsi/gangguan pada struktur fisik atau konfigurasi obyek yang diperiksa.

Defect/cacat :

Diskontinuitas yang ukuran, bentuk, atau orientasinya: (1) merusak kegunaan obyek saat dipakai, atau (2) melebihi kriteria penerimaan.

Indikasi :

Respon yang dihasilkan dari suatu pengujian NDT yang memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan signifikansinya.

Relevant, Nonrelevant and False/palsu.

Indikasi Relevant adalah dihasilkan oleh diskontinuitas yang benar-benar ada pada benda.

Indikasi Nonrelevant adalah diakibatkan oleh bentuk/geometri benda, kondisi fisik, atau berasal dari diskontinuitas aktual yang ukurannya sangat kecil.

Indikasi False/Palsu adalah indikasi yang muncul meskipun sebenarnya tidak ada diskontinuitas atau perubahan geometri pada benda.

Lima metoda NDT yang paling umum dipakai :

  1. Visual (VT)
  2. Liquid Penetrant (PT)
  3. Magnetic Particle (MT)
  4. Ultrasonic (UT)
  5. Radiography (RT)
  6. Eddy Current Testing (ECT)

Visual Testing

Prinsip Dasar :

  1. Menerangi obyek yang diperiksa dengan cahaya
  2. Memeriksa obyek menggunakan mata

Dipakai untuk :

  1. Membesarkan cacat yang tidak nampak oleh mata telanjang
  2. Membantu pemeriksaan cacat
  3. Memeriksa daerah yang tak terjangkau oleh mata

Merupakan metoda NDT yang paling banyak dipakai dan sederhana, mudah dilakukan, cepat, dan relatip murah.

Bagaimanapun juga, keandalan pemeriksaan visual sangat tergantung pada faktor manusia.

Oleh karena itu ada beberapa alat bantu terhadap pemeriksaan visual untuk meningkatkan ketelitian terhadap cacat pada material.

Monday, January 2, 2023

Shackle merupakan suatu alat untuk menghubungkan beban ke Lifting Appliance, yang tidak merupakan bagian dari beban itu.

Lifting Appliance merupakan suatu alat mekanis yang dapat menarik / menurunkan beban, seperti :

  1. Chain Block
  2. Rope Hoist
  3. Pull Lifts
  4. Winches
Diantara cara untuk melakukan pemeriksaan / inspeksi dari Shackle diantaranya adalah :
  1. Verifikasi Identitas dari Nama/Pertanda dari pembuat harus ditempa, dicetak, atau di cap memakai plat cap/tempa.
  2. Tanda pengenal disediakan oleh pembuat.
  3. Apabila tanda pengenal hilang atau tidak terbaca maka harus disingkirkan dari pemakaian.
  4. 10% reduction of the original or catalog dimentional at any point around the body or pin.
  5. Perhatikan dari adanya keretakan pada body shackle.



Berikut merupakan katagori reject dari shackle sesuai Standard ASME B30.26 Rigging Hardware pada paragrap 26-1.8.4 Removal Criteria :

  1. Missing or illegible identification
  2. Indications of heat damage, including weld spatter or arc strikes
  3. Excessive pitting or corrosion
  4. Bent, twisted, distorted, stretched, elongated, cracked, or broken load-bearing components
  5. Excessive nicks or gouges
  6. Incomplete pin engagement
  7. Excessive thread damage
  8. Evidence of unauthorized welding or modification
  9. Other conditions, including visible damage, that cause doubt as to the continued use of the shackle


Pemeriksaan Sering 

Inspeksi visual harus dilakukan setiap shift sebelum belenggu digunakan. Rigging hardware secara semipermanent dan lokasi yang tidak dapat diakses di mana sering pemeriksaan tidak layak dilakukan pemeriksaan berkala dilakukan.

Kondisi seperti yang tercantum dalam paragraf. 26-1.8.5 ASME B30.26 atau kondisi lain yang dapat mengakibatkan bahaya harus menyebabkan belenggu untuk dihapus dari layanan. Belenggu tidak boleh dikembalikan ke layanan sampai disetujui oleh Orang yang terkualifikasi.


Friday, December 2, 2022

 

Load Chart

Sebagaimana alat pada umumnya, sebuah crane dirancang dan dibuat untuk bekerja pada kapasitas. Untuk menghindari salah pemakain yang dapat mengakibatkan kegagalan operasi atau kerusakan struktur pada crane, maka pihak manufacturer membuat tool, guidance atau acuan yang harus ditaati dengan keras oleh pihak-pihak yang memliki, menyewakan, mempergunakan, mengoperasikan crane tersebut. Dalam halnya operasional, maka salah satu alat panduan tersebut adalah berupa Load Chart.


Load Chart adalah sumber informasi terpenting yang harus diketahui oleh operator ataupun inspector crane untuk memastikan keselamatan dan kelancaran dalam lifting operation, performance test dan load test, dan juga untuk menentukan berapa beban yang mampu/boleh diangkat oleh crane.


Jenis Load Chart Crane

Load Chart Dinamis (Off board) 

Load chart panduan untuk sebuah Lifting Activity yang memindahkan dan mengangkat beban/peralatan dari kapal ke deck offshore platform atau sebaliknya atau dari kapal ke kapal di offshore area. Kemampuan yang dihasilkan biasanya lebih rendah dibandingkan dengan yang statis.

Load Chart Statis (On board)

Load chart panduan untuk sebuah lifting activity untuk pemindahan atau pengangkatan barang yang ada di areanya terbatas di deck offshore platform saja. Pada radius tertentu, kemampuan yang dihasilkan biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan yang dinamis.


Adapun contoh dibawah ini merupakan Offshore Load Chart 


Penjelasan Load Chart

  1. Load chart ini mengilustrasikan kapasitas kotor atau kapasitas maximum Crane.
  2. Angka-angka di baris atas mewakili panjang boom crane.
  3. Angka-angka di kolom kiri mewakili radius operasi.
  4. Sudut boom bermuatan (artinya sudut dan radius boom diukur dengan boom yang dibebani dengan bobot yang ditunjukkan pada grafik).
  5. Kapasitas kotor crane ini dapat ditentukan dengan mengikuti kolom radius dan Panjang boom yang dipakai, atau mengikuti kolom sudut boom dan memotong kolom radius atau kolom panjang boom.
  6. Baris "Pengurangan jib yang tersimpan" adalah jumlah yang akan dikurangi jika jib disimpan di dasar boom untuk persiapan operasi dengan panjang boom tertentu (penambah panjang boom utama).


SOLID LINE

Pada diagram terdapat garis batas yang dicetak tebal yang memberikan gambaran sebagai berikut :

  1. Nilai beban total diatas garis tebal ditentukan berdasarkan kekuatan crane.
  2. Sedangkan beban dibawah garis tebal berdasarkan pada stabilitas alat.






    



Monday, February 14, 2022

INTRUKSI KERJA TEKNIS PEMERIKSAAN PERALATAN PUTAR

 

Instruksi Kerja Pemeriksaan Teknis Peralatan Putar Lama meliputi :

  1. Penelaahan Dokumen
  2. Pemeriksaan Fisik
  3. Pengujian (Test Fungsi)
  4. Temuan Hasil Inspeksi
  5. Pembuatan Laporan


REVIEW DOKUMEN

Penelaahan dokumen teknis pada peralatan putar yang telah digunakan (terpasang) dalam suatu instalasi untuk mengetahui dan menilai apakah masih memenuhi ketentuan-ketentuan persyaratan minimum yang sesuai dengan standar dan peraturan maupun spesifikasi pemilik. Dalam pelaksanaannya dilakukan perencanaan untuk inspeksi dalam kondisi inservice dengan memilih sample pengamatan pada area kritis, beban kritis, dan waktu kritis sebagai acuan dalam pelaksanaan inspeksi peralatan putar dilapangan. 

Didalam melakukan penelaahan dokumen teknis peralatan putar terpasang ada beberapa hal yang perlu dilakukan penilaian meliputi :

  1. Menelaah Sertifikat Inspeksi / Certificate Of Inspection (COI) terdahulu
  2. Penelaahan Hasil Inspeksi Terdahulu
  3. Menelaah Salinan Papan Nama (Nomor Tag peralatan)
  4. Gambar Konstruksi Lama (drawing)
  5. Kartu Riwayat Peralatan Putar (History Card)
  6. Penelaahan Data Remaining Life Assessment (RLA) - (if any)


PEMERIKSAAN FISIK (SITE INSPECTION )

Pemeriksaan fisik unit pompa maupun unit kompresor dilapangan oleh Inspektur (tenaga ahli inspeksi) dilakukan secara visual dan verifikasi terhadap peralatan tersebut meliputi :

Pemeriksaan kondisi peralataan putar dan pengeraknya

  1. Periksa kondisi fisik peralatan putar antara lain name plate, anchor and connecting bolt, baseplate, leaking, drain system, kerusakan pada pondasi dan sebagainya
  2. Periksa kondisi fisik peralatan penggerak terhadap name plate, local control station, sistem keamanan, semua sambungan pertanahan dan sebagainya
  3. Periksa kondisi sistem instrumentasi peralatan putar meliputi pressure gauge, temperature indicator, dan pressure savety valve (PSV), apakah dalam keadaan terpasang dan sudah terkalibrasi (valid)


Pemeriksaan kondisi pondasi peralataan putar

  1. Periksa kondisi baut anker, apakah sudah dalam keadaan terpasang, syarat keberterimaan : baut angker harus dalam kondisi lengkap, apabila ada yang kurang harus segera membuat laporan ketidaksesuaian agar end user segera melengkapi baut tersebut.
  2. Periksa kondisi penguat dan kapasitas untuk menahan beban pompa, apakah sudah dalam keadaan terpasang, syarat keberterimaan : baut angker harus dalam kondisi lengkap, apabila ada yang kurang harus segera membuat laporan ketidaksesuaian agar end user segera melengkapi baut tersebut

Pemeriksaan kondisi saluran pembuangan peralataan putar

Periksa kondisi semua drain telah dipasang menuju saluran pembuangan ke tempat yang telah ditentukan sehingga tidak mencemari lingkungan.

 

Pemeriksaan kondisi kelistrikan dan instrument peralataan putar

  1. lakukan pemeriksaan visual terhadap kondisi instumentasi peralatan putar, termasuk starter, lokasi starter ventilation dan sebagainya.
  2. lakukan pemeriksaan visual terhadap kondisi kelistrikan  peralatan putar, seperti kabel, proteksi dan sumberdaya, dan pastikan tidak ada yang putus atau terlepas.


Pemeriksaan dan Verifikasi Name Plate

Untuk mengetahui ada atau tidaknya modifikasi terhadap peralatan putar maka perlu diadakan verifikasi name plate untuk melihat kesuaian antara kondisi peralatan putar dengan name plate. Verifikasi dilakukan terhadap :

  1. Tingkat perputaran
  2. Serial Number
  3. Brand Manufacture
  4. Tipe / Model
  5. Pressure
  6. Size (suction dan discharge)
  7. Yang kesemuanya harus sesuai dengan data teknis peralatan dimaksud


PENGUJIAN

Yaitu pengujian peralatan putar mengacu pada peraturan yang berlaku, spesifikasi pemilik maupun code/standard. Adapun minimum pengujian yang disaksikan oleh Inspektur meliputi : 

Pengujian getaran harus sesuai dengan standard atau owner spec

Pengujian perputaran harus sesuai dengan standard atau owner spec

Pengujian tingkat kebisingan harus sesuai dengan standard atau owner spec

Pengujian temperature harus sesuai dengan standard atau owner spec

Pengujian grounding harus sesuai dengan standard atau owner spec

 

TEMUAN

Temuan yang dimaksud disini adalah ketidaksesuaian pada peralatan yang ditemukan saat inspeksi di lapangan mengacu pada standart, owner spec atau regulasi yang berlaku.

 

 


Monday, February 7, 2022

Introduction


API RP 2SIM provides guidance on SIM of existing fixed offshore structures used for the drilling, development, production, and storage of hydrocarbons in offshore areas. However, the general principles of SIM apply to any structure.

  1. SIM is the process for demonstrating a structure’s fitness-for-purpose over its entire life, and managing the effects of deterioration, damage, changes in loading and accidental overloading.
  2. The SIM process consists of four elements: data, evaluation, strategy, and program.
  3. The SIM process provides the opportunity for owners/operators to adopt risk principles for developing SIM strategies.
  4. A risk-based approach recognizes that higher risk platforms may warrant more frequent, and more focused, inspection than lower risk platforms.
  5. During the development of an inspection strategy, the platform risk category may be used for setting survey intervals and work scopes as part of a risk-based SIM strategy.
  6. It is important to note that surveys alone do not guarantee structural integrity.

Definitions

 

Anomaly

An in-service survey measurement, which is outside the threshold considered acceptable from the design or most recent fitness-for-purpose assessment.


Assessment Initiators

Changes in platform condition or operating experience, such as storms, which require an existing platform to undergo an assessment to demonstrate fitness-for-purpose.


Collapse

The ultimate load bearing capacity of the platform, at which the jacket structure or deck columns are no longer able to support vertical loads.


Condition Assessment

The process of gathering the information on the platform's present condition needed in order to perform a fitness-for-purpose assessment.


Consequence

The adverse effects of an extreme event, such as metocean, seismic, ice or accidental, on personnel, the environment, or property.


Damage Tolerance

The quantity of deterioration or damage that a structure can withstand without failing.


Design Level Analysis

A fitness-for-purpose analysis of a platform using linear-elastic methods with an appropriate safety margin, similar to the analysis methods used for new platform designs.


Design Life

The planned time period from initial installation or reuse until permanent decommissioning, which may include extensions justified through the SIM process.


Deterioration

The reduction in the ability of a component to provide its intended purpose.


Exposure Category

The classification used to categorize the platform consequence of failure based on the consideration of life safety, environmental pollution, and business disruption.


Inspection

The visit to the platform for purposes of collecting data required in evaluating its structural integrity for continued operation.


Survey

A specific visual or non-destructive examination of one or more platform components.


Fitness for Purpose

A demonstration that an existing structure has adequate strength to resist the imposed assessment loads


Mechanical Damage

A defect type that includes dents, bows, gouges, holes and separated or severed members.


Mitigations

Platform strengthening, modification or repairs and/or operational procedures that reduce loads, increase capacities, or reduce the exposure category.




DATA


Up-to-date platform information is required for the SIM process.

Information on the original design, fabrication and installation, structural analyses, in-service inspections, engineering evaluations, structural assessments, modifications, strengthening, repairs, and operational incidents, all constitute parts of the SIM knowledge base.

SIM data falls into two broad categories: platform characteristic data, and platform condition data.


Characteristic Data

The platform’s characteristic data is the baseline data that represents the structure at installation.

The characteristic data includes :

  1. General Platform Data
  2. Design Data
  3. Fabrication data
  4. Installation data

Condition Data

The platform condition data represents the changes to the characteristic data that may occur during the life of the platform.

The condition data includes the following :

  1. in-service inspection data;
  2. damage evaluation data;
  3. corrosion protection data;
  4. strengthening/modification/repair (SMR) data;
  5. platform modifications;
  6. condition monitoring data;
  7. operational incident data

EVALUATION

SIM evaluation is the method of applying engineering to assess the impact that new data has on the fitness-for-purpose and the SIM strategy for the platform.

Evaluation is routinely performed throughout the life of a platform. As additional data is collected, an evaluation should be performed by a competent structural engineer.

The evaluation should consider all relevant SIM data for the platform and similar platforms, where appropriate.

 

Recommendations for the performing data evaluation are provided in the following sections :

  1. Factors to consider
  2. The risk of platform failure
  3. The platform exposure category
  4. The likelihood of platform failure
  5. The requirement for platform assessment


In many instances much of this data will not be available; however missing data may impact the evaluation, strategy and program for the on-going SIM of the platform. Where characteristic data are not available, or are inaccurate, surveys of the structure and facilities should be considered to collect the necessary information.

A fitness-for-purpose assessment of the structure shall be performed if the engineering evaluation of relevant SIM data determines that an assessment initiator, has been triggered.


Damage Evaluation Process

The objective of the damage evaluation process is to determine whether damage is potentially significant to the structural integrity of the platform using the fitness-for-purpose assessment.

Determining the effects of damage on the strength of individual components, and used the results to examine the need for risk reduction.

It is important to recognize that not all damage is structurally significant. Light corrosion or minor bowing of a member are examples of damage that may not be structurally significant to the affected components.

A robust platform may be fit-for-purpose throughout its remaining life, even if one or more of its structural components (members and/or joints) have structural damage.

 

Degradation Mechanisms that may reduce the structural capacity of the platform :

  1. Dropped objects, result in mechanical impact damage to structural components and can cause gouging, denting, bowing, holing of members, and also cause cracks at the end connections of the member and/or member severance and/or joint deformation or tearing. Examples: tubular components (e.g. drill strings and piles), drill collars, scaffold poles, and from activities at link bridges, cranes, drilling derricks, etc.
  2. Vessel Collision, result in damage to structural components in the upper part of the jacket around the splash zone: gouging, denting, and bowing of members. Can be prevented by protective structures such as boat fenders, protection frames, etc.

 

Corrosion :

  1. Uniform corrosion of the underwater structural components may result from a failure of the corrosion protection system or through premature depletion of the system due to excessive debris in contact with the structure. In the splash zone and above-water locations of the structure, similar corrosion damage can result from failure of the protective coating systems.
  2. Localized corrosion may develop at areas on the structure not adequately protected by the CP system, for example, dense conductor arrays or appurtenance connections, in particular inside conductor guides and bolted clamps. Localized corrosion may also develop due to galvanic (bimetallic) corrosion, for example, caissons housing stainless steel pump/strainer components.

Strategy


A significant commitment to ongoing in-service inspection with the goal of reducing the possibility of major repairs (clamps, member replacements) in the future. This approach relies on early detection of damage and defects with prompt implementation of relatively inexpensive repairs and preventive measures. Early detection of defects typically requires greater use of nondestructive testing (NDT) techniques.

Minimization of in-service inspection scope where adequate measures have been taken to reduce the risk of damage, defects, or deterioration that would require major repair efforts in the future. This approach assumes that in-service inspection without the use of NDT techniques will be able to detect damage, defects, or deterioration before structural integrity is threatened. This approach may be appropriate for robust structures that are tolerant to damage and overload.


Inspection Strategy :

  1. Above-water inspections,
  2. Post-installation baseline below-water inspections,
  3. Routine below-water risk-based, or exposure-based inspections
  4. For non-routine special inspections.



Friday, February 4, 2022

PENDAHULUAN

 

    Pemeriksaan analisa dan formula perhitungan Pesawat Angkat yang sudah melewati umur 30 tahun pemakaian, sebagai petunjuk untuk aspek safety, maintenance dan lanjutan pengoperasian dari crane yang sudah berusia 30 tahun pengoperasian dan atau pesawat angkat yang sudah tidak memiliki dokumen kalkulasi desain, dengan berdasarkan peraturan dan standar yang digunakan tersebut dibawah ini :

  1. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 18 - 2018 tentang Pemeriksaan Keselamatan Instalasi Peralatan, pada kegiatan usaha  Minyak dan Gas Bumi.
  2. API SPEC 2C Sect 1.5 Pabrik pembuat harus memelihara semua catatan pemeriksaan dan pengujian selama 20 tahun. Catatan ini harus digunakan dalam program audit kualitas menilai kerusakan dan failur untuk tujuan memperbaiki atau menghilangkan Manufacture desain atau fungsi inspeksi, yang mungkin telah memberi kontribusi pada kerusakan atau kegagalan.
  3. API SPEC 8 C Hoisting Equipment paragraph 4.2.7 bahwa Fatiq material pada pesawat angkat (Lifting Equipment) tidak kurang dari 20 Tahun.



TAHAP TAHAP YANG DILAKUKAN DALAM ANALISA PERHITUNGAN :

REVIEW DOKUMEN PESAWAT ANGKAT

  1. Nama pabrik pembuat, Nomor seri, tipe model crane dan Tahun pembuatan
  2. Spesifikasi dan Perencanaan Tabel Beban
  3. Perhitungan perencanaan
  4. Gambar perencanaan , Data Kapasitas crane dan berat dari crane
  5. Spesifikasi sambungan
  6. Material sertifikat yang digunakan atau hasil pengujian material
  7. Sumber Tenaga (Engine /  Electric Motor Hoist) yang digunakan
  8. Bolt sertifikat / spesifikasi bolt data yang digunakan
  9. Wire rope sertifikat dan Laporan berkala pergantian wire rope.
  10. Buku manual pengoperasian, spesifikasi teknis.
  11. Laporan pemeriksaan berkala, Log book dan Hystory Record maintenance / Preventif Maintenance

PEMERIKSAAN TAMPAK MATA  MELIPUTI

Mengacu pada standar API Spec 2C dan standar yang digunakan ada tiga point kritikal pada komponen pesawat angkat yaitu :

  1. Komponen Kritikal Mekanikal meliputi sistem pengereman (Brake) dan sistem kontrol, Hoist dan Slewing Brake sistem, Drum Hoist, shaft, gear sistem, Hoisting dan slewing bearing sistem, baut & nut pengikat bearing turn table, mesin penggerak.
  2. Komponen Kritikal Struktur meliputi Fastener critical path, Boom chord members, boom section conection, boom pin pivot, Boom jib section,Telescopic Boom member, mast upper structur, bottom structur, slewing deflection turn table, Pedestal, chassis, Girder overhead crane.
  3. Komponen Kritikal Riging meliputi semua wire rope runing, Main Wire rope, Auxiliary wire rope, Boom wire rope, dan Pendant wire rope, Hook Block assembly, Overhaul ball dan berat hook assembly, wedge socket assembly, Bridle assembly, sheave shaft assembly.
  4. Komponen kritkal peralatan keselamatan (Safety Device) juga harus dimasukan dalam pemeriksaan meliputi Load moment Indicator, Angle Indicator, back ward boom device, swing alarm, pressure gauge, Tachometer, ampere meter, temperatur gauge, Lighting device. Emergency Shut Down, Fire Extiungisher, Anti two blocking, wind Gauge.


BAUT DAN MUR

Verifikasi analisa, pengukuran dimensi properties, kekerasan material baut dan Grade baut yang digunakan pengikat pada bearing turn table, drum hoist, motor hydraulik dengan tujuan untuk mengetahui batas kelelahan material setelah masa waktu 30 tahun pemakaian dengan material awalnya dan untuk mengetahui apakah jumlah baut yang digunakan dapat menahan beban yang diangkat.



MESIN PENGGERAK UTAMA UNTUK MENARIK BEBAN

Verifikasi analisa pada sistem tenaga penggerak utama (mesin) meliputi kesetabilan putaran, pengoperasian putaran mesin untuk menghasilkan tenaga mampu tarik tekanan pompa hydraulik. memverifikasi kondisi mesin dari kebocoran dan kerusakan.

 

Berikut ini adalah nilai nilai dari normative desain untuk kecepatan angkat (lifting) pesawat angkat sebagai berikut :

  1. Normative desain untuk kecepatan angkat (lifting) crwaler crane, mobile crane adalah 50 ft/minute.
  2. Normative desain untuk kecepatan angkat (lifting) overhead crane adalah 150 ft/ minute
  3. Normative desain untuk kecepatan angkat (lifting) fork lift adalah 30 ft/ minute
  4. Normative desain untuk kecepatan angkat (lifting) mobile elevating work plateform adalah 30 ft/ minute
  5. Normative desain untuk kecepatan angkat (lifting) elevating adalah 197 ft/ minute

 



WIRE ROPE GRADE

Kekuatan wire rope tergantung dari grade wire penyusunnya, beberapa grade yang dikenal antara lain :

  1. Grade 120/130 Special Extra Extra Improved Plow Steel (EEIPS) Type II. Jenis ini memiliki kekuatan tarik 120 hingga 130 long ton setiap inch luas penampang. Wire rope jenis ini dipergunakan untuk kepentingan khusus di mana strength terbesar diharapkan dari sebuah wire rope.
  2. Grade 120/130 Special Extra Extra Improved Plow Steel (EEIPS) Type II. Jenis ini memiliki kekuatan tarik 120 hingga 130 long ton setiap inch luas penampang. Wire rope jenis ini dipergunakan untuk kepentingan khusus di mana strength terbesar diharapkan dari sebuah wire rope memiliki tensile strength yang cukup tinggi dan dapat dipergunakan asalkan kondisi drum dan sheave sesuai untuk fleksibilitasnya.
  3. Grade 110/120 Improved Plow Steel.(IPS) Jenis ini memiliki kekuatan tarik 110 hingga 120 long ton setiap inch luas penampang. wire rope jenis ini memiliki aplikasi yang luas pada crane, dimana memiliki tensile strength yang baik sedangkan sifat-sifat lain seperti fleksibilitas dan wearing resistancenya masih cukup baik.
  4. Grade 100/110 Plow Steel. (PS) Jenis ini memiliki kekuatan tarik 100 hingga 110 long ton setiap inch luas penampang. wire rope jenis ini memiliki strength yang lebih rendah, namun memiliki fleksibilitas yang lebih baik dari Grade 110/120 Improved Plow Steel.