Just another free Blogger theme

ADSTERRA

Saturday, January 29, 2022

Kali ini admin akan share tentang kavitasi pada pompa. Semoga bermanfaat untuk artikel admin ini ya guys !!!

 

Kavitasi

    Kavitasi atau Cavitation adalah gejala menguapnya zat cair yang sedang mengalir, karena tekanannya berkurang sampai dibawah tekanan uap jenuhnya. Misalnya, air pada tekanan 1 atsmosfir akan mendidih dan menjadi uap jenuh pada temperature 100oC. Tetapi jika tekanan direndahkan maka air akan mendidih pada temperature yang lebih rendah. Jika tekanannya cukup rendah maka pada temperature kamar pun air dapat mendidih. Apabila zat cair mendidih, maka akan timbul gelembung-gelembung uap zat cair. Hal ini dapat terjadi pada zat cair yang sedang mengalir didala pompa maupun didalam pipa. Jika pompa mengalami kavitasi, maka akan timbul suara berisik dan getaran. Selain itu performansi pompa akan menurun secara tiba-tiba, sehingga pompa tidak dapat bekerja dengan baik. Jika pompa dijalankan dalam keadaan kavitasi secara terus menerus dalam jangka lama, maka permukaan dinding saluran disekitar aliran yang berkavitasi akan mengalami kerusakan. Permukaan dinding akan termakan sehingga menjadi berlubang-lubang atau bopeng.

    Untuk menghindari terjadinya kavitasi tentunya menarik pompa lebih pelan sehingga sebelum air menguap tekananya kembali normal karena air sudah naik.


Yang mempengaruhi kavitasi adalah :

Patm

Tekanan atmosfer semakin tinggi dari permukaan air laut, maka tekanan atmosfer semakin rendah, karena itu dapat meningkatkan resiko kavitasi ( jika NPSH menjadi negative ).

Pv ( Tekanan jenuh )

Temperature cairan yang dipompa sangat berpengaruh pada nilai NPSH. Semakin tinggi temperature yang dipompa, maka resiko kavitasi semakin tinggi.

Z ( Ketinggian kolam air suction kepompa )

Semakin tinggi pompa dari kolam air yang akan dihisap, kemungkinan terjadi kavitasi akan semakin tinggi. Semakin tinggi air, maka semakin rendah tekanan.

NPSH required

Pompa umumnya memiliki karakteristik NPSH required tersendiri.

Hloss

Panjang pipa suction, jumlah fitting, strainer dan jenis pipa yang kasar akan mempengerahui rugi tekanan/head yang berpengaruh pada besarnya sisa NPSH.



Maka solusi untuk mencegah kavitasi pada desain awal dan saat beroperasi adalah :

  1. Sebisa mungkin meletakkan posisi pompa dibawah permukaan air/fluida sisi hisap.
  2. Menjaga temperature fluida agar tidak terlalu tinggi.
  3. Mengurangi jumlah fitting pada area suction.
  4. Diameter nominal pipa harus lebih besar atau sama dengan nominal flange suction pompa.
  5. Memilih pompa dengan katagori dengan NPSH required yang rendah.
  6. Jika kavitasi sudah terjadi dan instalasi harus tetap, maka pompa harus dioperasikan pada flow rate yang rendah.
  7. Pipa isap harus dibuat sependek mungkin. Jika terpaksa dipakai pipa isap yang panjang, sebaiknya diambil pipa yang berdiameter satu nomer lebih besar untuk mengurangi kerugian gesek.
  8. Sama sekali tidak dibenarkan untuk memperkecil laju aliran dengan menghambat aliran disisi isap.

Jika pompa mempunyai head total yang berlebihan, maka pompa akan bekerja dengan kapasitas aliran yang berlebihan pula, sehingga kemungkinan akan terjadi kavitasi menjadi lebih besar. Karena itu head total pompa harus ditentukan sedimikian hingga sesuai dengan yang diperlukan pada kondisi operasi yang sesungguhnya.



Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Post a Comment