Kali ini admin akan share tentang kavitasi pada pompa. Semoga bermanfaat untuk artikel admin ini ya guys !!!
Kavitasi
Kavitasi
atau Cavitation adalah gejala menguapnya
zat cair yang sedang mengalir, karena tekanannya berkurang sampai dibawah
tekanan uap jenuhnya. Misalnya, air pada tekanan 1 atsmosfir akan mendidih dan
menjadi uap jenuh pada temperature 100oC. Tetapi jika tekanan
direndahkan maka air akan mendidih pada temperature yang lebih rendah. Jika
tekanannya cukup rendah maka pada temperature kamar pun air dapat mendidih.
Apabila zat cair mendidih, maka akan timbul gelembung-gelembung uap zat cair.
Hal ini dapat terjadi pada zat cair yang sedang mengalir didala pompa maupun
didalam pipa. Jika pompa mengalami kavitasi, maka akan timbul suara berisik dan
getaran. Selain itu performansi pompa akan menurun secara tiba-tiba, sehingga
pompa tidak dapat bekerja dengan baik. Jika pompa dijalankan dalam keadaan
kavitasi secara terus menerus dalam jangka lama, maka permukaan dinding saluran
disekitar aliran yang berkavitasi akan mengalami kerusakan. Permukaan dinding
akan termakan sehingga menjadi berlubang-lubang atau bopeng.
Untuk
menghindari terjadinya kavitasi tentunya menarik pompa lebih pelan sehingga
sebelum air menguap tekananya kembali normal karena air sudah naik.
Yang
mempengaruhi kavitasi adalah :
Patm
Tekanan
atmosfer semakin tinggi dari permukaan air laut, maka tekanan atmosfer semakin
rendah, karena itu dapat meningkatkan resiko kavitasi ( jika NPSH menjadi
negative ).
Pv
( Tekanan jenuh )
Temperature
cairan yang dipompa sangat berpengaruh pada nilai NPSH. Semakin tinggi
temperature yang dipompa, maka resiko kavitasi semakin tinggi.
Z
( Ketinggian kolam air suction kepompa )
Semakin
tinggi pompa dari kolam air yang akan dihisap, kemungkinan terjadi kavitasi
akan semakin tinggi. Semakin tinggi air, maka semakin rendah tekanan.
NPSH
required
Pompa
umumnya memiliki karakteristik NPSH required tersendiri.
Hloss
Panjang
pipa suction, jumlah fitting, strainer dan jenis pipa yang kasar akan
mempengerahui rugi tekanan/head yang berpengaruh pada besarnya sisa NPSH.
Maka
solusi untuk mencegah kavitasi pada desain awal dan saat beroperasi adalah :
- Sebisa mungkin meletakkan posisi pompa dibawah permukaan air/fluida sisi hisap.
- Menjaga temperature fluida agar tidak terlalu tinggi.
- Mengurangi jumlah fitting pada area suction.
- Diameter nominal pipa harus lebih besar atau sama dengan nominal flange suction pompa.
- Memilih pompa dengan katagori dengan NPSH required yang rendah.
- Jika kavitasi sudah terjadi dan instalasi harus tetap, maka pompa harus dioperasikan pada flow rate yang rendah.
- Pipa isap harus dibuat sependek mungkin. Jika terpaksa dipakai pipa isap yang panjang, sebaiknya diambil pipa yang berdiameter satu nomer lebih besar untuk mengurangi kerugian gesek.
- Sama sekali tidak dibenarkan untuk memperkecil laju aliran dengan menghambat aliran disisi isap.
Jika
pompa mempunyai head total yang berlebihan, maka pompa akan bekerja dengan
kapasitas aliran yang berlebihan pula, sehingga kemungkinan akan terjadi
kavitasi menjadi lebih besar. Karena itu head total pompa harus ditentukan
sedimikian hingga sesuai dengan yang diperlukan pada kondisi operasi yang
sesungguhnya.
0 comments:
Post a Comment